Minggu, 12 Juni 2011

dangduters

Sejarah Musik Dangdut

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis, sesuai dengan perkembangan musik dangdut:

Pra-1970-an
- Husein Bawafie
- Munif Bahaswan
- Ellya
- M. Mashabi
- Johana Satar
- Hasnah Tahar

1970-an
- A. Rafiq
- Rhoma Irama
- Elvy Sukaesih
- Mansyur S.
- Mukhsin Alatas
- Herlina Effendi
- Reynold Panggabean
- Camelia Malik
- Ida Laila

Setelah 1970-an
- Vetty Vera
- Nur Halimah
- Hamdan ATT
- Meggy Zakaria
- Iis Dahlia
- Itje Tresnawaty
- Evi Tamala
- Ikke Nurjanah
- Kristina
- Cici Paramida
- Dewi Persik
- Inul Daratista
- dll :)

Dangdut dalam budaya kontemporer Indonesia
Oleh Rhoma Irama, dangdut dijadikan sebagai alat berdakwah, yang jelas terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya dan dinyatakan sendiri olehnya. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protesnya terhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengan goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral".

Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.
Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.

Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.
Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

Interaksi dengan musik lain
Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.

Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.

Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.

Bangunan lagu
Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli (contoh: Burung Nuri). Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama. Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.

Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.

anak jalanan

Tahun 2011, Jakarta Ditargetkan Bebas Anak Jalanan
Jakarta -  10-Feb-2011

Pembinaan anak jalanan (anjal) selama ini dinilai banyak pihak belum optimal. Setelah ditertibkan, biasanya anak-anak ini kembali lagi ke jalanan. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bertekad meningkatkan pembinaan terhadap para anjal. Bahkan, pemerintah menargetkan Jakarta bebas dari anjal tahun 2011.
Pemerintah menjamin pada akhir 2011 sudah tidak ada lagi anjal di Jakarta. Sedangkan secara nasional, kota-kota besar di Indonesia ditargetkan bebas anjal pada 2014. Sebagai upaya mewujudkan hal itu, pemerintah menggencarkan sekolah dan kursus keterampilan bagi anjal.
Menurut Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri, anak-anak, termasuk anjal, adalah generasi masa depan bangsa. Anjal juga sama dengan anak-anak lainnya, memiliki hak-hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara. “Para anjal tidak bisa disalahkan karena ada di jalanan. Karenanya, kita harus bahu-membahu mengangkat anak-anak itu dari keterpurukan masa depan yang membayangi mereka,” katanya.
Sinergi Berbagai Pihak
Guna mewujudkan targetnya, Kemensos menjalin sinergi dalam peningkatan kesejahteraan anak jalanan dan pemberdayaan keluarga miskin. Sinergi itu dijalin dengan enam kementerian dan Kepolisian RI melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Program ini secara resmi ditandatangani bersama di Jakarta, sejak 16 November 2010.
Enam kementerian itu antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Kesehatan. Ada pula Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sinergi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah melindungi anjal secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan.
Melalui PKSA, Kemensos sudah menangani 2.267 anjal selama 2010. Di Jakarta sendiri, 64% dari 1.140 anjal yang ditangani sudah tidak lagi ke jalanan. Meski begitu, Mensos mengaku masih diperlukan upaya yang lebih keras dari semua pihak. Sebab, bila dibandingkan dengan jumlah anjal di Indonesia yang mencapai 230 ribu, jangkauan PKSA baru mencapai 2,2%.
Nah, PKSA diwujudkan dalam Tabungan Kesejahteraan Sosial Anak. Setiap anjal mendapat Rp1,4 juta selama setahun dengan syarat harus meninggalkan kehidupan di jalan. Uang untuk kegiatan belajar anak itu diberikan kepada orangtua dengan pengawasan pengurus rumah singgah. Mensos berharap, dengan PKSA semua pihak bisa melakukan pengawasan agar jumlah anak yang tidak kembali ke jalan meningkat. Tentunya penarikan anak dari jalan harus diikuti aktivitas positif. Misalnya, kembali ke sekolah dan mengikuti kursus keterampilan.
Hindari Kekerasan!
Upaya Kemensos ini mendapat tanggapan positif dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurut Ketua KPAI, Maria Ulfa Anshor, kepada BERANI, Selasa (8/2), program ini sangat baik. Program ini juga harus didorong untuk mempercepat pencapaiannya. “Yang utama adalah para anjal harus difasilitasi hak-haknya. Baik hak untuk hidup, tumbuh kembang, serta mendapat fasilitas pendidikan dan kesehatan,” ujarnya. Selain itu, orangtua atau keluarga para anjal juga perlu diberdayakan agar memiliki akses secara ekonomi. Pihak-pihak yang selama ini mengeksploitasi para anjal pun harus ditangani secara serius.
Ibu Maria mengatakan, pihaknya tidak akan segan bersuara jika sampai terjadi kekerasan dalam program pemerintah ini. Sebab, sering kali cara penarikan anjal dari jalan dilakukan dengan cara orang dewasa dan memakai pendekatan keamanan semata. “Jangan sampai justru terjadi kekerasan dan pelanggaran hak-hak anak dalam pelaksanaan ini. Jika terjadi pelanggaran, para anjal bisa melapor ke KPAI!” tegasnya.

sepak bolaku

Sejarah Manis Sepakbola Indonesia

Dulu, tim nasional PSSI sering kebanjiran tamu hebat. Mulai dari Dinamo Moskow dengan Vladimir Bubukin-nya, Santos dengan Pele-nya, tim nasional Uruguay, PSV Eindhoven atau Feyenoord. Dua klub Inggris Stoke City dan Queen’s Park Rangers, Brno (Ceko), Kristiansand (Norwegia), Ebsbjerg (Denmark) juga pernah datang.
Ketika di bulan Juni 1983, Arsenal melawat ke Indonesia. Reputasi klub elite London kala itu belum senyaring sekarang. Di Inggris saat itu adalah eranya Liverpool, Nottingham Forest atau Aston Villa, yang salah satu bintangnya kini menjadi pelatih nasional Indonesia.
Siapa lagi kalau bukan Peter Withe. Gol tunggalnya ke gawang Bayern Muenchen mengantarkan klub asal Birmingham meraih trofi Piala Champion 1981/82.
The Gunners, datang dengan diperkuat kiper legendaris Pat Jennings, dua pemain nasional Inggris Kenny Sansom, dan Graham Rix serta si legenda hidup David O’Leary, datang ke negeri khatulistiwa dengan tujuan utama berlibur ke Bali.
Mereka menang 3-0 atas PSMS Plus di Medan, 5-0 atas PSSI Selection di Senayan, namun yang terjadi kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1983 saat lawan juara Galatama, Niac Mitra di Surabaya, sungguh membelalakkan mata. Arsenal kalah 0-2! Ini jauh lebih hebat dari Marzuki Nyak Mad cs. saat menahan PSV dengan Eric Gerets dan Ruud Gullit-nya 3-3 di Senayan.
Menurut Kompas waktu itu, banyak yang mencibir kekalahan Arsenal sengaja dibuat. Salah satunya lantaran mainnya jam 2 siang! Atau diusirnya Alan Sunderland oleh wasit Ruslan Hatta. Publik Stadion 10 Nopember menyebut dua pemain Singapura, kiper David Lee dan Fandi Ahmad, sebagai pahlawan kota pahlawan.
Fandi, yang usai membela Niac Mitra ditransfer ke Groningen, membuat gol di menit 37, sebelum ditutup Joko Malis di menit 85. Jangan kan Persija yang kalah dari Persebaya di partai pamungkas Liga Indonesia belum lama ini, Inggris saja selalu menderita di Surabaya. November 1945, komandan perang Brigjen Mallaby tewas terbunuh oleh para pejuang dalam “Battle of Soerabaia”. Lalu Juni 1983 giliran Arsenal yang dibekap Niac Mitra.
Kalau begitu ada baiknya, PSSI menetapkan saja Stadion 10 Nopember sebagai “Wembley-nya” tim nasional untuk partai internasional.
Data dan fakta :
Niac Mitra VS Arsenal (2:0)
tanggal : 16 Juni 1983
Stadion 10 November, Surabaya
pencetak gol: Fandi Ahmad 37, Joko Malis 85
Susunan Pemain:
Niac Mitra : David Lee, Budi Aswin, Wayan Diana, Tommy Latuperissa, Yudi Suryata, Rudy Kelces, Rae Bawa/Yusul Male, Joko Malis, Hamid Asnan/Syamsul Arifin, Fandi Ahmad, Dullah Rahim/Yance Lilipaly
Arsenal : Pat Jennings, Colin Hill/Stewart Robson, David O’Leary, Chris Whyte/Lee Chapman, Kenny Samson, Brian Talbot, Alan Sunderland, Paul Davis, Brian McDermott, Raphael Meade/Terry Lee, Graham Rix
Berikut foto-fotonya





cara mengatur emosi

''Kesuksesan itu ditentukan oleh visi, imajinasi, aksi, dan emosi. Emosi berperan penting, karena manusia satu saling berhubungan dengan manusia lain. Dalam bisnis, if you don't networking, you're not working.'' (Anthony Dio Martin)


1. Pendahuluan
Dalam suatu diskusi, Anthony Dio Martin penulis buku Emotional Quality Managament (2003) dan Audio Book Emotional Power (2004), mengungkapkan kekuatan emosi sebagai salah satu kunci kesuksesan seseorang. Sebab, banyak kasus menunjukkan kemampuan mengelola emosi dapat membawa seseorang ke puncak karir lebih tinggi ketimbang mereka yang hanya mengasah IQ. Ibarat emosi bermasalah, kehidupan pun bermasalah. Sering kali kita melihat fakta membuktikan seseorang pemarah sangat sulit untuk mendapatkan teman. Tetapi apakah emosi itu hanyalah perasaan marah saja?
Emosi sendiri adalah suatu gejala yang menunjukkan kegoncangan organisme yang disertai oleh gejala-gejala kesadaran, keprilakuan, dan proses fisiologis (Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, hal. 50). Misalnya orang yang anda cintai mencemooh anda, karena anda tahu akan makna cemoohan itu, timbulah reaksi emosional jantung berdetak kencang, berkeringat, nafas terengah-engah (fisiologis), dan mungkin anda akan membalas dengan kata-kata kasar. Atau mungkin anda baru saja berpisah dengan kekasih anda, sehingga saat anda mendengar lagu yang bertema patah hati, tiba-tiba diri anda meneteskan air mata. Atau disaat anda mendapatkan hadiah undian yang tak anda kira sama sekali, sehingga uphoria atau bahkan sampai histeris.
Dengan adanya kegoncangan emosi ini akan menimbulkan dua kemungkinan akibat, orang lain suka atau justru orang lain akan tak suka, meskipun gejolak emosi yang timbul itu bukan berupa kemarahan.

2. Apa itu emosi?
Emosi bukanlah sesuatu yang jelek, tanpa itu, kehidupan serasa hampa, semua lurus begitu saja. Menurut Coleman dan Hammen (Contemporary Psychologi and Effective Behaviour), ada empat fungsi emosi:
  1. emosi adalah pembangkit energi, tanpa itu kita tidak bisa merasai, mengalami, bereaksi, ataupun bertindak. Marah membangkitkan tindakan menyerang, takut membangkitkan tindakan, cinta membangkitkan keinginan untuk bermesraan,
  2. emosi adalah pembawa informasi, kita bisa melihat gejala emosi dari informasi baik itu ekspresi, kata-kata atau bentuk komunikasi non-formal lainnya,
  3. emosi adalah sebagai pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal, kita lihat presenter suatu acara, yang menghidupkan suasana dengan penuh emosi, sehingga bisa melarutkan para pirsawan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam acara tersebut,
  4. emosi adalah sumber informasi internal diri tentang keberhasilan kita, kita mencari keindahan dan baru bisa mengetahui kalau kita memperolehnya pada saat kita merasakan kenikmatan estetika dalam diri kita.
Dalam hal intensitas, emosi dibagi menjadi tiga, yaitu: ringan, berat dan desintegratif. Emosi ringan dapatlah dirasakan jika diri merasakan ketegangan sedikit, dan untuk itu masih bisa dikendalikan dan dihindari. Sedangkan emosi berat disertai rangsangan fisiologis yang kuat berupa detak jantung yang mengencang, serta tekanan darah, nafas, dan produksi andrenalin yang meningkat, ini agak sulit dikendalikan. Dan yang ke-tiga adalah emosi desitegratif merupakan emosi yang terjadi akibat akumulasi emosi yang tak tersalur sehingga sering kali memuncak hingga tak terkendali, penumpukan emosi tanpa adanya suatu penyelesaian inilah yang sering berakibat buruk baik. Seseorang yang mengalami penderitaan terus menerus pada suatu saat akan meledak apabila dia sudah tak mampu lagi menampung akumulasi emosinya.
Sedangkan dalam hal lamanya, emosi dibagi dua, yaitu:
  1. Mood, yaitu emosi yang berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Mood akan mempengaruhi persepsi/ penafsiran kita terhadap apa yang kita lihat, kita dengar, atau rangsangan apa saja yang tertangkap oleh panca indera kita. Mungkin karena sedang emosi, kita melihat ada kucing yang sedang enak-enak tidur, tahu-tahu kita tendang tanpa alasan yang jelas,
  2. Temperamen, adalah emosi yang telah berlangsung kronis serta telah menjadi struktur kepribadian. Contohnya dilingkungan kita sendiri bisa dilihat orang yang bertemperamen penyedih, pemarah atau yang lainnya.

3. Kecerdasan emosional
Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, menyatakan ada 5 (lima) wilayah kecerdasan emosi, yaitu: mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain, dan membina hubungan. Dengan mengenali emosi diri berarti kita paham akan akan kelemahan ataupun kekuatan diri kita, apakah diri kita gampang sedih, gampang marah atau yang lainnya serta seberapa tingkat intensitasnya. Dengan ke-tahu-an inilah maka dengan mudah kita mampu mengendalikan emosi itu, kita mampu mengelola emosi itu sehingga bisa kita endapkan dalam hati. Jika kita mampu mengelolanya maka jadilah emosi itu sebagai energi untuk memajukan diri, contohnya, seorang pecundang yang mampu mengelola emosinya, menggunakan semangat dari kemarahan karena sering disepelekan menjadi pemicunya dalam mengejar prestasi sehingga dia bisa membuktikan kalau dia bukan si pecundang.
Tetapi yang tak boleh dilupakan, sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa menghindakan diri berinteraksi dengan manusia yang lain, dalam hal ini dengan kemampuan menggunakan emosi sebagai pembawa informasi, kita bisa melihat sisi, kadar intensitas emosi orang lain yang muncul dari komunikasi non-formalnya, berupa ekspresi, tekanan nada suara, gerakan ataupun bahasa simbol yang dipakainya. Jika kita mampu membaca bahasa-bahasa itu maka bisa diupayakan tindakan kontra reaksi dari emosi orang tersebut. Umpamanya, jika kita lihat ada gejala lawan bicara kita tersinggung, maka kita antisipasi dengan dengan berbicara yang bersifat menetralkan perasaan orang tersebut. Setelah kita pahami masalah emosi diri maupun emosi orang lain, maka secara akanlah mudah kita menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain. Sehingga dari diri kita akan muncul pribadi yang menyenangkan. Seseorang yang emiliki kecerdasan emosi yang baik akan peka terhadap situasi apapun yang sedang terjadi, serhingga dengan mudah menyiapkan strategi kontra situasi terhadap suatu konflik yang ada.
Kecerdasan emosi berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ). IQ adalah suatu bentuk kecerdasan yang dibawa dari lahir karena merupakan keturunan yang tak dapat dirubah lagi. Sedangkan kecerdasan emosional merupakan jembatan dari apa yang kita ketahui, dan apa yang kita lakukan. Dengan semakin tinggi kecerdasan emosional, kita akan semakin terampil melakukan apa pun yang kita ketahui benar. (Purdi E. Chandra, Menjadi Enterpreneur Sukses, hal. 71)

4. Cara mempelajari dan mengelola kecerdasan emosi
Dr. Patricia Patton dalam bukunya Emotional Quotient mengungkapkan bahwa untuk mampu mengatur emosi adalah dengan cara belajar.  Pertama: belajar mengidentifikasikan apa saja yang bisa memicu emosi kita dan respon apa yang biasa kita berikan. Ke-dua: belajarlah dari kesalahan, belajar membedakan segala hal di sekitar kita yang dapat memberikan pengaruh dan yang tak dapat memberikan pengaruh pada diri kita. Ke- tiga: belajar selalu bertanggung jawab pada setiap tindakan kita. Ke-empat: belajar mencari kebenaran, belajar memanfaatkan waktu secara maksimal untuk menyelesaikan masalah. Ke-lima: belajar menggunakan kekuatan sekaligus kerendahan hati.  Kelima hal inilah yang apabila kita pelajari akan memudahkan diri kita dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

6. Emosi dalam kehidupan
Emosi memicu kreativitas dan inovasi kita. Emosi juga mengaktifkan nilai-nilai etika maupun estetika ataupun mempercepat penalaran. Emosi juga berperan penting dalam membangun hubungan kepercayaan dan keakraban. Tanpa emosi, diri tak termotivasi. Tanpa adanya itu tak akan terjadi penalaran dan rasionalitas yang fantastis dari seseorang, semua datar tanpa adanya loncatan quantum dalam berfikir dan bertindak. Karena emosi lebih jujur dari pikiran dan penalaran, serta memiliki kedalaman dan kekuatan, hingga tepatlah jika emosi juga berarti motus anima  (Latin) atau jiwa yang menggerakkan kita. Jika kita mampu mengelola emosi dengan baik maka tak dapat disangkal lagi jika kesuksesan akan datang menghampiri kita.

sekolah

Akankah sekolah kita seperti kuburan?
IVAN Illich dalam Descholling Society (1970) meramalkan bahwa sekolah di Amerika akan seperti kuburan (sepi). Hal ini terjadi ketika pengetahuan dan tingkat kedewasaan masyarakat sudah berkembang dengan wajar sehinggga institusional pendidikan formal tidak lagi dibutuhkan. Masyarakat akan mampu menjalankan fungsi pendidikan lewat elemen sosial dan budaya yang luas, tanpa terikat dengan otoritas kelembagaan seperti sekolah. Dengan kata lain, masyarakat memandang sekolah tidak lagi dibutuhkan. Demikian pula ketika teknologi informatika semakin terjangkau, ini juga memungkinkan peran guru dan sekolah berkurang.
Berbeda dengan pernyataan Poulo Freire dalam ”Pedagogy of the City” pada dasawarsa 1990, sekolah di Brazil menjadi sepi sebab penduduk yang sedang sekolah didera putus di tengah jalan karena tidak kuat lagi menanggung biaya pendidikan yang jumlahnya semakin melangit.
Di samping itu, kenapa sekolah menjadi sepi karena banyak sekolah yang seharusnya layak, merosot kualitasnya, banyak bangunan sekolah rusak parah, atap gedung banyak yang hancur dan lantai-lantai sekolah berlubang.
Dan tampaknya ciri/ciri atau gejala persoalan pendidikan yang sepi juga mulai (atau memang sudah) terjadi di Indonesia. Hal ini penulis dasarkan pada beberapa kebijakan pemerintah dan gejala pendidikan lain yang muncul di masyarakat, yakni: 1) pelaksanaan Ujian Nasional; 2) globalisasi pendidikan; 3) program homescholling.
Pelaksanakan Ujian Nasional Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebenarnya melanggar UU Sisdiknas pasal 58 yang mengamanatkan evaluasi belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Adapun tugas dan fungsi pemerintah pada pasal 59 ayat 1 adalah melakukann evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Melenceng dari amanat UU tersebut di atas, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo tetap ngotot menyelenggarakannya dengan dalih UN justru untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan guru (Kompas, 8 Mei 2007).
Di samping itu, keberadaan UN justru menurunkan derajat kepercayaan terhadap sekolah sebagai lembaga pendidikan. Ketidakpercayaan lembaga sekolah terhadap kemampuan guru yang ujung-ujungnya mendatangkan seorang tentor lembaga bimbingan belajar.
Sekolah sekarang sudah berubah layaknya lembaga kursus/ bimbingan belajar yang hanya mengajarkan cara menjawab soal dengan benar, bukan lagi sebagai sekolah yang selayaknya mendidik anak didiknya untuk menjadi manusia yang lebih humanis.
Juga banyaknya para anak didik yang melakukan bimbingan belajar di rumah merupakan awal ketidakpercayaan terhadap lembaga sekolah. Lembaga sekolah hanyalah pencetak ijazah yang tidak mampu mendidik anak didik secara total.
Banyaknya anak didik yang tidak lulus juga mengakibatkan mereka tidak mau lagi mengulang UN tahun depan di sekolah, tetapi mereka lebih banyak memilih UN di program Kejar Paket B dan C.
Banyaknya masyarakat kita yang mengikuti progam kesetaraan ini juga merupakan dampak ketidakpercayaan terhadap sekolah yang terlihat angker, mahal, dan tidak menjanjikan dengan dasar ijazah mereka sama dengan sekolah formal. Ketika hal tersebut di atas terjadi, saat itulah sekolah kita akan nampak seperti kuburan, sepi dan senyap.
Globalisasi pendidikan
Globalisasi menurut Beck adalah proses dengan dampak penyerahan kedaulatan national state (negara nasional) kepada perusahan transnasional (global player).
Sekarang konsep national-state benar-benar punah, baik sebagai realita maupun sebagai gagasan ideal. Pendidikan kita sudah latah dengan bermunculnya sekolah standar nasional dan sekolah berbasis international. Sebenarnya kalau dilihat konsep ini akan menggilas sekolah yang tidak berstandar, sekolah akan mati dan gulung tikar.
Di samping itu globalisasi pendidikan telah memunculkan sekolah-sekolah asing berkualitas internasional yang mahal dan tidak terjangkau. Ini akan mengakibatkan sekolah-sekolah lokal yang tidak mampu bersaing juga akan gulung tikar.
Sekolah akan menjadi komoditas komersial dan ladang bisnis pemodal besar sehingga muncul istilah sekolah hanya milik orang-orang yang bermodal. Ketidakpercayaan atas sekolah akan semakin berkurang dan bisa saja sekolah kita menjadi sepi, karena lebih percaya dengan kemampuan sekolah asing yang mahal.
Ketidakmampuan sekolah kita bersaing dengan sekolah asing masih ditambah dengan terpuruknya kualitas sekolah, banyak gedung yang mulai tidak layak dianggap sebagai sekolah, sementara kualitas dan kuantitas pendidik pun masih perlu dipertanyakan.
Program ’homescholling’
Gejala sepinya sekolah juga ditandai dengan program homescholling yang semakin marak di beberapa kota di Indonesia. Sejarah homescholling sendiri bermula dari ketidakpuasan masyarakat terhadap sekolah formal yang semakin tidak aman bagi anakanak mereka, terutama pada semakin banyaknya kasus kekerasan anak di sekolah/lembaga pendidikan.
Jika pada 2006 pusat data dan Informasi Komisi Nasional Pelindungan anak hanya menerima laporan 192 kasus kekerasan di sekolah, pada kuartal pertama (januari- April) 2007 telah dilaporkan 226 kasus kekerasan yang terjadi disekolah (Suara Merdeka 4/05/07).
Di samping kurang amannya sekolah sebagai alasan orang tua untuk memilih homescholling adalah pertama, masalah religius; kedua, gaya belajar yang tidak sesuai dengan sistem pengajaran di sekolah; ketiga, alasan otoritas yaitu anak tidak lagi memandang orang tua sebagai satusatunya otoritas yang harus ia taati (Loy Kho, 2005).
Homescholling merupakan sekolah alternatif yang sudah dilegalkan di Amerika dan mulai ditiru di Indonesia. Kalau di Amerika homescholling pengajar dan yang memberikan evalusi di tekankan oleh orang tuanya sendiri.
Di Indonesia mulai dikembangkan salah satunya adalah Sekolah Qoryah Thayyibah, sekolah yang berbasis komunitas yang menggunakan rumah dan sekitarnya sebagai tempat belajar.Di samping itu juga mulai marak homescholling oleh para artis dan selebritis. Banyaknya selebritis yang masih pada usia sekolah dan tidak sempat mengenyam pendidikan di sekolah formal juga mulai beralih ke program ini.
Namun, jika memang homescholling di Indonesia akan dilegalkan apakah sama seperti di Amerika. Atau justru homescholling akan menjadikan orang-orang kaya membeli para guru privat untuk mengajar anak-anaknya di rumah, sehingga Homescholling akan membelok dari tujuan awalnya.Jika memang ini terjadi, mungkinkah bisa dianggap masyarakat masih percaya dengan sekolah formal?
Tampaknya, melihat dari karakter orang Indonesia yang suka latah dan kurang mau rekoso (repot), gejalagejala di atas akan menjadi kenyataan bahwa suatu saat kelak sekolah tidak ada lagi penghuninya. Sekolah akan sepi seperti kuburan. Namun, kita tetap berharap pemerintah mau melepaskan sedikit egonya demi keselamatan pendidikan dan masa depan generasi muda kita. Wallahu a’lam n hf

Sabtu, 11 Juni 2011

buah buahan

MANFAAT BUAH NANAS UNTUK KESEHATAN

MANFAAT BUAH NANAS UNTUK KESEHATAN
Nanas membantu pencernaan protein dan mempercepat proses penyembuhan
Buah nanas kaya akan enzim bromelain. Yang berguna untuk melegakan tenggorokan dan membantu pencernaan. Enzim bromelain mencerna protein di dalam makanan dan menyiapkannya agar mudah untuk diserap oleh tubuh. Nanas juga dapat digunakan untuk mengempukkan daging. Selain kegunaan di atas.Nanas mengandung citric dan malic acid yang memberi rasa manis dan asam pada buahnya. Asam ini membuat nanas menjadi bahan makanan yang digunakan secara luas untuk membuat masakan asam manis. Bromelain membantu proses penyembuhan luka dan mengurangi pembengkakan atau peradangan di dalam tubuh. Nanas adalah pilihan yang baik untuk pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi.
Berfungsi sebagai pembersih
Buah Nanas bersifat membersihkan. Enzim bromelain membantu membersihkan tubuh dan mengimbangi kadar keasaman dalam darah. Nanas menaikan kadarbasa darah dan membantu meringankan penyakit edema dengan cara mengurangi air berlebih di dalam tubuh. Nanas adalah salah satu dari beberapa buah yang mempunyai kandungan aspartic acid yang cukup tinggi. Asam aspartic berfungsi sebagai asam amino di dalam tubuh kita sehingga membantu proses metabolisme tubuh. Asam ini juga membantu membuang asam amonia di dalam tubuh. Amonia adalah racun yang berbahaya bagi sistem saraf pusat.
Manfaat lain dari nanas

Hampir sama dengan pisang, nanas juga mengandung serat yang berguna untuk membantu proses pencernaan. Menurunkan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko diabetes dan penyakit jantung. Serat dari 150 gram nanas setara dengan separuh dari jeruk. selain itu kandungan vitamin dan mineral menjadikan nanas sumber yang bagus untuk vitamin C dan berbagai macam vitamin lainnya. Asam chlorogen, yaitu antioksidan yang banyak terdapat di buah-buahan juga dapat ditemukan pada nanas. Asam ini memblokir formasi dari nitrosamine, zat yang dapat menyebabkan kanker. Nitrosamine terbentuk ketika daging olahan yang diberi pengawet dipanaskan pada suhu tinggi. Penelitian menyebutkan nanas mempunyai asam amino esensial dan non esensial untuk membantu memperkuat sistem imun dalam tubuh, mengatasi kelelahan dan meningkatkan stamina dan energi, zat valine dan leucine yang terdapat di dalam nanas juga dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan otot. Zat ini juga termasuk salah satu zat esensial yang diperlukan untuk mempertahankan kadar energi tubuh kita. Zat amino non esensial, proline, penting untuk mempertahankan fungsi sendi dan tendon serta menguatkan otot jantung. Buah Nanas mengandung cystine yang berguna untuk pembentukan kulit dan rambut kita, penting untuk membentuk formasi kulit dan mempercepat penyembuhan luka. Cystine juga membantu memperlambat proses penuaan dini.
Buah Nanas memiliki Efek Samping
Walaupun buah nanas memiliki banyak manfaat, ternyata ada juga efek samping yang ditimbulkan oleh buah nanas apabila mengkonsumsi buah tersebut secara berlebihan.
  1. Dapat menggugurkan kandungan. Ada mitos yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi buah nanas muda dapat menyebabkan gugurnya kandungan. Beberapa penelitian mengatakan nanas muda berpotensi sebagai obat penggugur kandungan. Oleh karena itu disarankan kepada ibu-ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi nanas muda.
  2. Meningkatkan kadar gula darah. Buah nanas yang telah masak ternyata mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Para penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi nanas secara berlebihan.
  3. Menimbulkan rematik. Menurut beberapa penelitian, di dalam proses pencernaan, buah nanas mengalami fermentasi menjadi alkohol yang dapat memicu rematik. Untuk penderita rematik dan radang sendi sebaiknya membatasi konsumsi buah nanas.
  4. Bagi beberapa orang, mengkonsumsi nanas terlalu banyak dapat menyebabkan sakit kepala. Buah Nanas dapat menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Sebagian orang dapat merasakan gejala alergi seperti kulit menjadi merah dan gatal setelah mengkonsumsi nanas. Untuk menghindari hal ini, potong dan celupkan nanas ke dalam air garam sebelum dikonsumsi. Dalam kasus alergi serius, bibir dan mulut dapat menjadi bengkak setelah mengkonsumsi nanas. Selain itu nanas juga dapat menyebabkan diare atau mual pada sebagian orang. Hal ini dapat terjadi jika orang yang alergi terhadap nanas mengkonsumsi nanas dalam jumlah besar.
Beberapa tips dalam memilih buah nanas yang baik

Buah Nanas dapat berwana hijau atau kuning warnanya, ketika memilih nanas, pilihlah nanas yang berat. Hal ini menandakan tingkat kesegarannya. Untuk melihat apakah nanas yang Anda pilih sudah matang atau belum, andalkan indra penciuman Anda. Buah nanas yang sudah matang mempunyai bau yang kuat, manis dan khas. Buah nanas yang tidak matang terasa sangat kecut. Ketika nanas yang belum matang dipanen dari tanamannya. Buah tersebut tidak akan bisa menjadi lebih matang lagi. Buah nanas yang tidak matang tersebut akan mulai membusuk. Karena buah nanas tidak mempunyai cadangan yang bisa diubah menjadi gula.

narkoba

Narkoba dan Bahaya Pemakaiannya di Kalangan Remaja

Apa yang disebut NARKOBA
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :
• Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
• Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
• Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.
Jenis Narkoba menurut efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Penyalahgunaan Narkoba
Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan - mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. - maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
  1. coba-coba
  2. senang-senang
  3. menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
  4. penyalahgunaan
  5. ketergantungan
Dampak penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
 Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
Bahaya bagi Remaja
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Apa yang masih bisa dilakukan?
Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu
1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 - 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 - 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
3. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.